Jumat, 27 Mei 2016

KALAULAH SEMPAT

"KALAULAH SEMPAT"
Seorang laki-laki tua duduk di teras rumahnya...
Rumah yang besar, mewah dan megah...
Namun sepi penghuni...
Istri sudah meninggal...
Tangan menggigil karena lemah...
Penyakit menggerogoti sejak lama...
Duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman...
Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu...
Tiga anak, semuanya sukses...
Berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri...
» Ada yang sekarang berkarir di luar negeri...
» Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi...
» dan ada pula yang jadi pengusaha... Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol » Semuanya kaya raya...
Namun...
Saat tua seperti ini dia 'Merasa Hampa', ada 'Pilu Mendesak' di sudut hatinya...
Tidur tak nyaman...
» Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa dan energik yang penuh kenangan...
» Foto laki-laki gagah dengan keluarganya berlatar belakang Great Wall, Eiffel Tower, Big Ben, Sydney Opera House dan berbagai belahan bumi lainnya yang telah dijelajahinya...
Diabadikan dengan foto dibingkai bagus yang tak mampu lagi di lihat karena 'Pandangannya Sudah Mengabur'.
Di rumahnya yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur...
Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya...
Dari sudut mata ada air yang menetes.. Rindu dikunjungi anak-anaknya...
Tapi semua anaknya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain...
Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan...
Sudah terlanjur melemah...
Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak...
Sepanjang waktu ....

• Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya...
• Atau barangkali adalah Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti...
• Hanya menunggu sesuatu yang tak pasti...
• Yang pasti hanyalah KEMATIAN.
» Rumah Besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya...
» Anak Sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC...
» Cucu-cucu yang hanya seperti orang asing bila datang...
» Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa?...
Kira-kira jika malaikat 'Datang Menjemput', akan seperti apakah kematiannya nanti
» Siapa yang akan memandikan?
» Dimana akan dikuburkan??
» Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?
» Apa amal yang akan di bawa ke akhirat nanti?
» Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula...
• Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak???
• Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan???
• Apalagi jika dulu anak tak sempat di didik sesuai tuntunan agama???
• Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja...
 'Kalau lah Sempat' menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat-tempat di Jalan Allah yang lainnya...
 'Kalau lah Sempat' dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang...
 'Kalau lah Sempat' memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar di pakai oleh orang yang memerlukan...
 'Kalau lah Sempat' membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat dan handai taulan...
 ‘Kalau lah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi 'Amal Penolong' nya...
 ‘Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi 'Orang yang Shaleh', dan 'Ilmu Agama' nya lebih diutamakan...
 ‘Ibadah dan sedekahnya di bimbing/ diajarkan dan diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan 'Terbangun Malam', 'Meneteskan Air Mata' mendoakan orangtuanya.
Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama...
"KALAULAH SEMPAT"
Mengapa kalau sempat?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita?
Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri. Kenapa kita tidak lebih serius 'Menyiapkan Bekal' untuk menghadap-NYA dan 'Mempertanggung Jawabkan' kepadaNya?
Semoga tulisan kecil Ini menjadi nasihat bagi diri saya sendiri dan bagi kita semua khususnya bagi yang sudah berstatus "SIMATUPANG" (Siang Malam hanya Tunggu Panggilan) Dekatkan diri kepada-NYA sejak usia muda, bersungguhlah mempersiapkan diri menghadapi kematian, dan kehidupan akhirat yang kekal abadi
Jangan terbuai dengan 'Kehidupan Dunia' yang menyesatkan dan melalaikan...
Kita boleh saja giat berusaha di dunia...
Tapi jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang dan kekal.


Kamis, 26 Mei 2016

EMBUN PAGI

EMBUN PAGI
Saudaraku,..
Hari berganti bulan dan bulan berganti tahun, terasa lebih cepat meskipun kita tahu butuh waktu setidaknya 8736 jam, tahun baru berganti. Kita semua tahu kalau :
• Besi itu kuat, tetapi api dapat melelehkannya.
• Api itu kuat, tetapi air mampu memadamkannya
• Air itu kuat, tetapi matahari bisa menghilangkan nya,
• Matahari itu kuat, tetapi awan bisa menghalanginya.
• Awan itu kuat, tetapi angin mampu memindahkannya
• Angin itu kuat, tetapi manusia mampu mengontrol dengan layar perahunya.
• Manusia itu kuat, tetapi dosa dan nafsu duniawi dapat melemahkannya.
• Dosa itu kuat, tetapi Iman bisa mengatasinya.
Yang Kuat Adalah :
IMAN dan KEBAIKAN, Karena TAK AKAN HILANG SETELAH KEMATIAN....
Dan yg paling Indah dalam Hidup ini adalah:
- Saat kita pergi ada yang mendoakan.
- Saat kita jauh ada yang merindukan.
- Saat kita sedih ada yg membuat kita senang.
- Saat kita ketemu ada senyum yang Indah
Tetapi yang terindah dari segalanya adalah:
Ketika Tuhan masih berkenan memberikan Nafas untuk kita hidup di pagi hari ini....
Mari kita senantiasa ber-SYUKUR kepadaNya...
Aamiin.
Semangat Pagi semuanya...
Selamat beraktivitas... selamat menjemput rejeki yg berkah...


Nama Terbaik

Nama Terbaik

Pada zaman dahulu  ada Seorang Raja yang sangat termashur, suatu ketika beliau minta untuk dilukis akan tetapi Sang Raja daun telinganya hilang satu waktu beliau berperang, beliau kemudian memerintahkan kepada para abdinya untuk mendatangkan Pelukis yang terkenal pada zamannya. Didatangkanlah tiga orang pelukis terkenal ke istana dan mulailah mereka melukis Sang Raja.

Pada saat selesai Pelukis pertama melukis dengan tidak ada telinganya satu Sang Raja kurang senang, Pelukis kedua telinga Raja lengkap tetapi Sang Raja tambah kurang senang, lukisan itu menipu tidak sesuai kenyataan, kemudian Pelukis yang ketiga melukis posisi Sang Raja dengan sudut miring jadi telinga yang hilang memang memang menjadi tidak kelihatan, akhirnya raja bertanya, mengapa kamu melukis posisiku dengan miring? Pelukis menjawab Sang Raja saya melukis posisi miring biar telinga yang satu tidak terlihat dan saya melukis jujur dan mengangkat ke hormatan raja, dalam cerita itu kita bisa mengambil hikmahnya pada siapa saja yang kita kenal harus kita letakkan namanya yang terbaik, walau kita tau kelemahannya tidak perlu kita bicarakan tetapi sebaliknya yang kita perlihatkan adalah kebaikannya.

Jangan Menyesal Diakhir Nanti

Jangan Menyesal Diakhir Nanti

Jangan ambisi sekali meraih yang belum ada, tetapi syukurilah yang sudah kita miliki.
Sedangkan kebahagian itu kita raih kalau kita punya pribadi yang suka bersyukur, karena godaan yang membikin kita terlena adalah sesuatu yang tampak indah yang belum kita miliki.
Perlu diketahui bahwa harta itu adalah amanah, sedangkan hidup itu waktu yang dipinjamkan dan pada waktunya semua harus di pertanggung jawabkan. Apa yang harus dipertanggungjawabkan yaitu harta itu untuk amal atau dihamburkan, waktu untuk ibadah atau dibuang percuma.

Jangan Menyesal Diakhir Nanti.

PERSAHABATAN

PERSAHABATAN
Dalam kehidupan ini tidak mungkin kita hidup sendiri, semua di kerjakan sendiri, semua terjadi karena pertolongan orang lain. Misalnya kita mau makan nasi goreng saja ,ternyata prosesnya melibatkan beberapa orang ,dari padi ,menjadi beras,dari beras menjadi nasi ,dan nasi sampai di goreng .dan hidup ini kita punya teman biasanya teman yang dekat di sebut sahabat. Jangan terlalu banyak menuntut kepadanya, harus baik, harus loyal, harus menolong, anda akan kecewa karena sahabat kita tidak sempurna. Kadang menyenangkan, kadang menyebalkan, kadang mau menolong,  kadang acuh mungkin dia sendiri punya masalah, untuk itulah bersahabatan harus mengerti dan menerima tentang kelebihan sekaligus kekurangannya. Bagaimana kita bersikap, kita harus sabar, kita harus iklhas, kita mau menolong, dan kita harus bijaksana, suka memaafkan, sedikit berkorban maka persahabatan akan abadi, Semoga akan menjadi sahabat sejati.